Dari Pinggiran Kota, Pasar Krempyeng Semendung Dorong Ekonomi Warga Kartoharjo

Senin, 26 Januari 2026 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aroma jajanan tradisional, tawa pengunjung, dan riuh transaksi kecil yang hangat menjadi penanda hidupnya Pasar Krempyeng Semendung. Setiap Minggu pagi, Lapak Bumi Semendung di Kecamatan Kartoharjo menjelma menjadi ruang temu warga—tempat ekonomi rakyat bergerak bersisian dengan wisata berbasis kebersamaan. Minggu (25/1), pasar ini kembali membuktikan diri bukan sekadar tempat jual beli, melainkan denyut ekonomi baru yang tumbuh dari pinggiran kota.

Digelar dengan konsep terbuka dan sederhana, Pasar Krempyeng Semendung hadir sebagai upaya menghadirkan aktivitas ekonomi yang menyebar, tidak lagi terpusat di jantung Kota Madiun. Kehadirannya menjadi wujud nyata pembangunan yang merangkul seluruh wilayah.

Camat Kartoharjo, Yayak Muflihana Hanik, menegaskan bahwa Pasar Krempyeng Semendung merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Madiun dalam mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kerakyatan.

“Harapan kita sebagai bagian dari Pemkot, kehadiran kami di sini untuk membersamai pedagang dan pelaku UMKM. Pengembangan pariwisata dan ekonomi tidak terpusat di tengah kota saja, tetapi juga tumbuh di semua wilayah dan menjadi jembatan kesejahteraan bagi warga,” ujarnya.

Beragam produk UMKM tersaji di pasar ini. Mulai dari makanan dan minuman tradisional, jajanan kekinian, hingga kerajinan tangan dan produk lokal lainnya. Konsep pasar di ruang terbuka membuat Pasar Krempyeng Semendung tidak hanya menjadi tempat berbelanja, tetapi juga destinasi wisata keluarga yang ramah dan menyenangkan.

Pasar ini berawal dari inisiatif warga sebelum pandemi Covid-19. Kala itu, sekitar 20 pedagang berjualan di wilayah RT 48. Namun pandemi membuat aktivitas pasar terhenti, sementara kawasan sekitar dialihfungsikan sebagai jogging track. Melihat potensi yang masih terjaga, lurah setempat kemudian menghidupkan kembali pasar dengan konsep yang lebih tertata.

Kini, Pasar Krempyeng Semendung diikuti sekitar 60 pedagang dan terus diminati pengunjung. Awalnya hanya diikuti warga Klegen, namun antusiasme meluas hingga melibatkan pedagang dari berbagai kelurahan lain, bahkan luar wilayah. Sesuai namanya, pasar ini bersifat “krempyeng” karena hanya dibuka sesaat dan rutin digelar setiap hari Minggu.

Daya tarik Pasar Krempyeng Semendung bahkan menembus batas negara. Dua wisatawan asal Spanyol, Cristina dan Mario, yang mengikuti program Kawisata Kenogo Sehati Winongo, turut hadir dan mengapresiasi suasana pasar rakyat tersebut.

Dengan semangat kebersamaan dan antusiasme yang terus tumbuh, Pasar Krempyeng Semendung diharapkan menjadi ruang wisata berbasis warga sekaligus penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan di Kota Madiun.

Penulis : Pio

Editor : Irvan

Sumber Berita: Pengunjung pasar

Berita Terkait

ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG
Karaoke Diduga Tetap Buka Saat Ramadhan, Kafe Pazia Bojonegoro Jadi Sorotan
Polres Gresik Tegaskan Komitmen Perang Narkoba, Residivis AS Ditangkap dengan 24 Paket Sabu
Kandang Ayam Ambruk di Wonosari, Satu Pekerja Tewas dan Satu Masih Dicari Lo
Polrestabes Surabaya Amankan Terduga Pengedar Ganja, Satu Pemasok Masuk DPO
Polisi Tegaskan Tak Ada “Tangkap Lepas” Kasus Narkoba Kepung, Penanganan Sesuai SOP
Judi Talun Diduga Hanya Libur 2–3 Hari Saat Ramadan, Warga Soroti Penegakan Hukum
Dugaan Judi Cap Jiki dan Sambung Ayam di Pakisaji Malang Disorot, Warga Desak Aparat Tak Tutup Mata
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 16:01 WIB

ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:49 WIB

Karaoke Diduga Tetap Buka Saat Ramadhan, Kafe Pazia Bojonegoro Jadi Sorotan

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:52 WIB

Polres Gresik Tegaskan Komitmen Perang Narkoba, Residivis AS Ditangkap dengan 24 Paket Sabu

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:00 WIB

Kandang Ayam Ambruk di Wonosari, Satu Pekerja Tewas dan Satu Masih Dicari Lo

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:51 WIB

Polisi Tegaskan Tak Ada “Tangkap Lepas” Kasus Narkoba Kepung, Penanganan Sesuai SOP

Berita Terbaru