Warga Trenggalek Pertanyakan Transparansi Proyek IJD Nasional, Papan Nama Tak Terpasang dan Skala Prioritas Dipersoalkan

Kamis, 29 Januari 2026 - 12:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Trenggalek | Sahabatkrisna com– Pelaksanaan proyek Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD) di ruas Jalan Raya Ngetal–Kampak, Kabupaten Trenggalek, menuai sorotan dari warga. Proyek yang bersumber dari anggaran pemerintah pusat tersebut dipertanyakan transparansinya lantaran tidak dilengkapi papan nama proyek di lokasi pengerjaan.

Pantauan di lapangan pada Senin (28/1/2026), aktivitas fisik berupa penggalian saluran di wilayah Wonoanti telah berlangsung beberapa hari terakhir. Namun hingga pekerjaan dimulai, warga mengaku belum menemukan papan informasi proyek yang seharusnya memuat identitas kegiatan secara terbuka kepada publik.

 

Seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya menyampaikan keheranannya atas kondisi tersebut.

 

> “Ini proyek nasional, tentu nilainya tidak kecil. Tapi kok tidak ada papan nama sama sekali. Kami sebagai warga jadi bertanya-tanya, ini proyek apa, siapa pelaksananya, dan sampai kapan dikerjakan,” ujarnya.

 

 

 

Papan Proyek Dinilai Hak Publik

 

Warga menilai papan informasi proyek bukan sekadar formalitas administratif, melainkan bagian dari hak masyarakat atas informasi publik, khususnya terhadap proyek yang menggunakan anggaran negara.

 

> “Publik berhak tahu nilai proyeknya, siapa kontraktornya, sumber dananya dari mana, dan jadwal pelaksanaannya. Tanpa papan nama, kesannya proyek ini tertutup,” lanjutnya.

 

 

 

Ketiadaan papan proyek di sepanjang ruas pengerjaan Jalan Ngetal–Kampak dinilai berpotensi menimbulkan persepsi negatif dan mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan proyek pemerintah.

 

Skala Prioritas Dipertanyakan

 

Selain persoalan transparansi, warga juga mempertanyakan penentuan skala prioritas pengerjaan. Mereka menilai titik awal pekerjaan belum menyentuh lokasi yang selama ini paling dikeluhkan masyarakat.

 

> “Yang sering jadi masalah itu di Wonocoyo. Kalau hujan deras, air sering meluber sampai ke jalan raya dan rawan banjir. Tapi kenapa justru Wonoanti yang didahulukan?” ungkap warga lainnya.

 

 

 

Menurut warga, wilayah Wonocoyo seharusnya menjadi prioritas awal karena tingkat kerawanan genangan air dinilai lebih tinggi dan berdampak langsung terhadap keselamatan pengguna jalan.

 

Harapan Warga: Transparan dan Tepat Sasaran

 

Warga menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan. Sebaliknya, mereka berharap proyek IJD benar-benar dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

 

Mereka mendesak pihak terkait, baik Dinas Pekerjaan Umum maupun kontraktor pelaksana, untuk segera:

 

Memasang papan informasi proyek sesuai ketentuan,

 

Memberikan penjelasan resmi terkait skala prioritas pengerjaan,

 

Serta memastikan proyek ini mampu menjawab persoalan banjir dan genangan air yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

 

 

> “Kami hanya ingin proyek ini jelas dan benar-benar menyelesaikan masalah, terutama banjir di Wonocoyo, bukan sekadar menggali di titik lain,” pungkas warga.

 

 

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari dinas terkait maupun pihak kontraktor pelaksana proyek IJD. Redaksi Krisnanewstv.co.id akan terus mengupayakan konfirmasi dan menyampaikan klarifikasi dari pihak berwenang sebagai bentuk keberimbangan informasi.

 

 

 

Penulis : Yunis

Editor : Dodik

Sumber Berita: Investasigasi team

Berita Terkait

Diduga Terjadi Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU Kalikapas, Warga Desak Penindakan Tegas
ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG
Karaoke Diduga Tetap Buka Saat Ramadhan, Kafe Pazia Bojonegoro Jadi Sorotan
Polres Gresik Tegaskan Komitmen Perang Narkoba, Residivis AS Ditangkap dengan 24 Paket Sabu
Kandang Ayam Ambruk di Wonosari, Satu Pekerja Tewas dan Satu Masih Dicari Lo
Polrestabes Surabaya Amankan Terduga Pengedar Ganja, Satu Pemasok Masuk DPO
Polisi Tegaskan Tak Ada “Tangkap Lepas” Kasus Narkoba Kepung, Penanganan Sesuai SOP
Judi Talun Diduga Hanya Libur 2–3 Hari Saat Ramadan, Warga Soroti Penegakan Hukum
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:37 WIB

Diduga Terjadi Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU Kalikapas, Warga Desak Penindakan Tegas

Senin, 2 Maret 2026 - 16:01 WIB

ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:49 WIB

Karaoke Diduga Tetap Buka Saat Ramadhan, Kafe Pazia Bojonegoro Jadi Sorotan

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:52 WIB

Polres Gresik Tegaskan Komitmen Perang Narkoba, Residivis AS Ditangkap dengan 24 Paket Sabu

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:00 WIB

Kandang Ayam Ambruk di Wonosari, Satu Pekerja Tewas dan Satu Masih Dicari Lo

Berita Terbaru