Warga Wanengpaten Mengadu, Dugaan Intimidasi Picu Reaksi LSM GERAK Indonesia Siap Turun Jalan

Selasa, 3 Februari 2026 - 22:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI – Dugaan aksi intimidasi terhadap warga Desa Wanengpaten, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, memantik reaksi keras dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerak Indonesia. Organisasi tersebut mendesak aparat penegak hukum segera menindaklanjuti laporan warga yang merasa terancam.

Peristiwa ini menimpa seorang warga berinisial Dar (30), yang mengaku mengalami tekanan psikologis bersama keluarganya. Berdasarkan keterangan yang diterima dari pihak kuasa hukum korban, rumah Dar diduga menjadi sasaran pelemparan serta aksi mendorong dan menendang pintu oleh pihak yang disebut sebagai terduga pelaku.

Kuasa hukum korban, M. Rifa’i, menyampaikan bahwa kliennya juga diduga dipaksa membuat surat pernyataan pengakuan utang senilai Rp15 juta. Ia menilai dokumen tersebut patut dipertanyakan secara hukum.

“Dalam prinsip hukum, pernyataan yang dibuat di bawah tekanan tidak memiliki kekuatan sah, karena tidak memenuhi unsur kesepakatan yang lahir secara bebas,” ujar Rifa’i.

Menurutnya, dugaan tindakan intimidasi yang terjadi, terlebih dilakukan pada malam hari, berpotensi masuk dalam kategori perbuatan melawan hukum dan dapat dilaporkan kepada aparat kepolisian. Ia juga menyinggung ketentuan Pasal 448 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 yang mengatur larangan intimidasi dengan maksud memaksa seseorang melakukan atau tidak melakukan suatu perbuatan.

Reaksi keras juga datang dari LSM Gerak Indonesia. Ketua Bidang Kepemudaan organisasi tersebut, Jemies AC, menyatakan pihaknya mengecam segala bentuk dugaan intimidasi terhadap masyarakat.

“Kami menilai perlindungan terhadap warga harus menjadi prioritas. Jika diperlukan, kami siap menggelar aksi damai sebagai bentuk dorongan agar penanganan kasus ini berjalan transparan dan profesional,” tegas Jemies.

Ia menambahkan, pihaknya mengaku siap mengawal aspirasi warga yang merasa terancam, sekaligus mengajak seluruh pihak menahan diri dan menyerahkan penyelesaian perkara kepada jalur hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak yang disebut dalam laporan dugaan intimidasi belum memberikan tanggapan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan guna menghadirkan pemberitaan berimbang.


 

Penulis : Pio

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Lsm Gerak

Berita Terkait

Diduga Terjadi Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU Kalikapas, Warga Desak Penindakan Tegas
ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG
Karaoke Diduga Tetap Buka Saat Ramadhan, Kafe Pazia Bojonegoro Jadi Sorotan
Polres Gresik Tegaskan Komitmen Perang Narkoba, Residivis AS Ditangkap dengan 24 Paket Sabu
Kandang Ayam Ambruk di Wonosari, Satu Pekerja Tewas dan Satu Masih Dicari Lo
Polrestabes Surabaya Amankan Terduga Pengedar Ganja, Satu Pemasok Masuk DPO
Polisi Tegaskan Tak Ada “Tangkap Lepas” Kasus Narkoba Kepung, Penanganan Sesuai SOP
Judi Talun Diduga Hanya Libur 2–3 Hari Saat Ramadan, Warga Soroti Penegakan Hukum
Berita ini 13 kali dibaca
Kasus dugaan intimidasi terhadap warga Wanengpaten menjadi perhatian berbagai elemen masyarakat karena menyangkut rasa aman warga serta kepastian hukum. LSM Gerak Indonesia menegaskan komitmennya untuk mengawal proses penanganan kasus secara transparan dan profesional. Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti laporan yang ada agar situasi tetap kondusif serta mencegah potensi konflik sosial di lingkungan warga.

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:37 WIB

Diduga Terjadi Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU Kalikapas, Warga Desak Penindakan Tegas

Senin, 2 Maret 2026 - 16:01 WIB

ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:49 WIB

Karaoke Diduga Tetap Buka Saat Ramadhan, Kafe Pazia Bojonegoro Jadi Sorotan

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:52 WIB

Polres Gresik Tegaskan Komitmen Perang Narkoba, Residivis AS Ditangkap dengan 24 Paket Sabu

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:00 WIB

Kandang Ayam Ambruk di Wonosari, Satu Pekerja Tewas dan Satu Masih Dicari Lo

Berita Terbaru