PAGELARAN Sahabatkrisna.com — Evaluasi pelaksanaan Program Bangga Kencana Tahun 2025 menjadi pijakan penting untuk memperkuat arah kebijakan dan strategi di tahun 2026. Hal tersebut ditegaskan Agit Sjamsul Arifin, Koordinator Wilayah (Korwil) KB Kecamatan Pagelaran, dalam kegiatan Evaluasi Program Bangga Kencana 2025 dan Arah Strategis 2026 yang dilaksanakan oleh Balai Penyuluh KB (BPKB) Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jumat (23/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB tersebut mengusung tema “Tingkatkan Kualitas, Perkuat Sinergi”, sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana.
Agit menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, fokus utama Program Bangga Kencana diarahkan pada percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas keluarga. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, serta mitra strategis menunjukkan hasil positif.
“Beberapa wilayah mengalami peningkatan signifikan, terutama dalam pengelolaan Sistem Informasi Keluarga (SIGA) dan pelayanan KB. Namun demikian, masih diperlukan penguatan pendampingan di lini lapangan serta konsistensi dan presisi data agar intervensi lebih tepat sasaran,” ungkap Agit.
Memasuki tahun 2026, Program Bangga Kencana mengusung semangat “Kerja Cerdas Sejahtera” sebagai langkah strategis dalam menyongsong Indonesia Emas 2045. Program ini akan difokuskan pada lima strategi utama, salah satunya adalah penguatan data berbasis teknologi informasi melalui optimalisasi SIGA untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan pengambilan kebijakan.
Selain itu, pengembangan Sekolah Siaga Kependudukan, evaluasi laporan PUP, pelaporan kelompok kegiatan (Poktan), laporan fasilitas kesehatan, laporan wilayah capaian peserta KB baru dan aktif, serta laporan IMP menjadi perhatian utama dalam perencanaan program ke depan.
“Evaluasi data menjadi kunci. Dari laporan Poktan, faskes, hingga capaian peserta KB aktif, semuanya harus akurat dan terintegrasi,” tegas Agit.
Strategi berikutnya adalah optimalisasi pelayanan KB, dengan menekankan akses dan kualitas layanan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) yang komprehensif, khususnya bagi kelompok sasaran prioritas.
Di sisi lain, penguatan ketahanan keluarga juga menjadi fokus, melalui pendekatan holistik dan integratif yang disesuaikan dengan siklus hidup keluarga, termasuk optimalisasi pola asuh anak.

Program Quick Wins atau langkah cepat turut dirancang untuk mempercepat penurunan stunting serta menekan angka kematian ibu dan bayi. Sementara itu, penguatan lini lapangan dilakukan dengan mempertegas peran Balai Penyuluhan KB serta Penyuluh KB/PLKB sebagai ujung tombak pelaksanaan program.
“Evaluasi tahun 2025 ini menjadi rujukan krusial untuk memantapkan arah kebijakan 2026. Dengan komitmen bersama, kolaborasi yang kuat, dan data yang presisi, kami optimistis Bangga Kencana 2026 mampu melahirkan keluarga yang lebih berkualitas, sehat, dan berdaya saing,” pungkas Agit. (Sur)
Penulis : Suryadi
Editor : Deni







