Citra Malang Tercoreng! Dugaan Perjudian Terbuka di Sejumlah Wilayah Picu Keresahan Warga

Minggu, 5 April 2026 - 16:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

MALANG, – Nama besar Malang sebagai kota pendidikan dan destinasi wisata unggulan kini terancam tercoreng. Dugaan praktik perjudian yang berlangsung secara terbuka di sejumlah wilayah Kabupaten Malang memicu keresahan masyarakat dan menjadi sorotan serius.

Berdasarkan hasil penelusuran tim media, aktivitas perjudian diduga terjadi di beberapa titik, di antaranya:

Krajan Wonokerto, Kecamatan Bantur

Desa Belung, Kecamatan Poncokusumo

Desa Wadung, Kecamatan Pakisaji

Wilayah Pal, Kecamatan Turen

Bernanas, Desa Gedangan, Kecamatan Gedangan

Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare

Aktivitas tersebut disebut-sebut berlangsung cukup terang-terangan dan bukan merupakan hal baru. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait lemahnya pengawasan serta penegakan hukum di wilayah tersebut.

Seorang tokoh masyarakat setempat mengaku prihatin dan menyayangkan kondisi ini. Ia menilai, keberadaan perjudian yang dibiarkan terbuka tidak hanya meresahkan warga, tetapi juga merusak citra Malang yang selama ini dikenal sebagai daerah edukatif dan ramah wisata.

> “Ini sangat memprihatinkan. Malang dikenal sebagai kota pendidikan dan tujuan wisata, tapi kalau perjudian dibiarkan seperti ini, jelas mencoreng nama baik daerah. Harus ada tindakan tegas dari aparat,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa praktik perjudian berpotensi memicu dampak sosial yang lebih luas, mulai dari konflik warga hingga meningkatnya kriminalitas.

Sementara itu, tim media juga telah melayangkan konfirmasi resmi kepada aparat penegak hukum untuk meminta kejelasan terkait dugaan tersebut. Dalam konfirmasi tersebut, sejumlah pertanyaan krusial disampaikan, di antaranya:

Apakah pihak kepolisian telah mengetahui adanya aktivitas perjudian tersebut?

Jika sudah mengetahui, mengapa praktik tersebut masih berlangsung?

Langkah konkret apa yang telah dan akan dilakukan untuk penindakan?

Apakah terdapat kendala sehingga terkesan terjadi pembiaran?

Dalam keterangannya, tim media menegaskan bahwa isu ini telah menjadi perhatian publik dan membutuhkan respons tegas sebagai bentuk transparansi serta komitmen penegakan hukum.

Apabila tidak ada tanggapan dalam waktu dekat, hasil temuan di lapangan akan tetap dipublikasikan sebagai bagian dari kontrol sosial dan kepentingan masyarakat luas.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak berwenang.

Masyarakat berharap aparat tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah nyata. Penegakan hukum yang tegas dinilai menjadi kunci untuk menjaga marwah Malang sebagai kota pendidikan dan destinasi wisata yang aman, bersih, dan berintegritas.

Penulis : Arif kunanda

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Investigasi lapangan

Berita Terkait

PERJUDIAN SABUNG AYAM DIDUGA DIBACKING OKNUM APARAT: HUKUM SEAKAN TUMPUL DI SIDOARJ
SKANDAL PRIORITAS ANGGARAN TULUNGAGUNG: RATUSAN JUTA UNTUK RUSA, RAKYAT DIPAKSA BERJUANG SENDIRI UNTUK HIDUP!
“Jangan Permainkan Hak Rakyat!” Rekan Indonesia ‘Gempur’ Kepala Desa Soal BPJS yang Dipersulit
Bojonegoro Percantik Perbatasan, Lampu Ikonik Jembatan TBT Hadirkan Rasa Aman dan Harapan Baru
Pemkab Tuban Serahkan 42 Truk Operasional, Perkuat Peran Koperasi Desa dalam Pengembangan Ekonomi Lokal
Diduga Terjadi Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU Kalikapas, Warga Desak Penindakan Tegas
ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG
Karaoke Diduga Tetap Buka Saat Ramadhan, Kafe Pazia Bojonegoro Jadi Sorotan
Berita ini 24 kali dibaca
Fenomena ini menjadi tamparan keras bagi citra Malang yang selama ini dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai pendidikan, budaya, dan pariwisata. Keberadaan praktik perjudian yang diduga berlangsung terbuka tidak hanya menciptakan keresahan sosial, tetapi juga berpotensi merusak generasi muda jika tidak segera ditindak. Selain itu, masyarakat juga mulai mempertanyakan efektivitas pengawasan di tingkat lokal. Peran aparat penegak hukum dan pemerintah daerah dinilai sangat krusial dalam menjaga stabilitas serta ketertiban di lingkungan masyarakat. Jika kondisi ini terus dibiarkan tanpa penindakan tegas, bukan tidak mungkin kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum akan semakin menurun. Oleh karena itu, langkah konkret dan transparan menjadi hal yang sangat dinantikan oleh masyarakat luas.

Berita Terkait

Minggu, 5 April 2026 - 16:11 WIB

Citra Malang Tercoreng! Dugaan Perjudian Terbuka di Sejumlah Wilayah Picu Keresahan Warga

Sabtu, 28 Maret 2026 - 13:13 WIB

PERJUDIAN SABUNG AYAM DIDUGA DIBACKING OKNUM APARAT: HUKUM SEAKAN TUMPUL DI SIDOARJ

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:29 WIB

SKANDAL PRIORITAS ANGGARAN TULUNGAGUNG: RATUSAN JUTA UNTUK RUSA, RAKYAT DIPAKSA BERJUANG SENDIRI UNTUK HIDUP!

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:07 WIB

“Jangan Permainkan Hak Rakyat!” Rekan Indonesia ‘Gempur’ Kepala Desa Soal BPJS yang Dipersulit

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:26 WIB

Pemkab Tuban Serahkan 42 Truk Operasional, Perkuat Peran Koperasi Desa dalam Pengembangan Ekonomi Lokal

Berita Terbaru