Dari Pasung Menuju Harapan, Polres Ponorogo Bergerak Bebaskan ODGJ

Rabu, 4 Februari 2026 - 04:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

PONOROGO – Harapan baru mulai terbuka bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang selama ini hidup dalam keterbatasan akibat pasung di wilayah Ponorogo. Polres Ponorogo Polda Jawa Timur menunjukkan langkah tegas sekaligus humanis dengan bergerak aktif membebaskan dan mendampingi proses pemulihan mereka.

Langkah kemanusiaan itu diawali dengan evakuasi seorang ODGJ bernama Kirno (59), warga Dukuh Temon, Desa Temon, Kecamatan Sawoo, yang sebelumnya hidup dalam kurungan kerangkeng, Rabu (28/1/2026). Proses evakuasi tersebut menjadi titik awal komitmen kepolisian dalam menekan praktik pasung yang masih terjadi di masyarakat.

Tak berhenti pada satu kasus, jajaran Polres Ponorogo langsung bergerak cepat melakukan pendataan serta identifikasi terhadap keberadaan ODGJ pasung di seluruh wilayah hukum Ponorogo.

Upaya berkelanjutan itu diwujudkan melalui kegiatan asesmen dan edukasi pelepasan ODGJ pasung yang digelar di Kecamatan Jambon, Senin (2/2/2026). Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo, hingga Dinas Kesehatan Ponorogo.

Kabag Ops Polres Ponorogo, Kompol Edi Suyono, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat dua ODGJ yang masih dipasung di Kecamatan Jambon.

“Yang pertama dipasung sejak sekitar tahun 2015 dan yang kedua sejak sekitar tahun 2017,” jelas Kompol Edi.

Ia menambahkan, hasil asesmen menunjukkan keluarga dari kedua ODGJ tersebut menyatakan kesediaannya untuk menjalani proses rehabilitasi medis dan sosial di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Menur Surabaya.

“Rencana penjemputan akan dilakukan oleh Tim Dinsos Provinsi Jawa Timur, saat ini masih menunggu penjadwalan lebih lanjut,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, menegaskan pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran Polsek untuk lebih aktif melakukan pendataan serta melaporkan keberadaan ODGJ yang membutuhkan bantuan penanganan.

Menurutnya, penanganan ODGJ pasung bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut nilai kemanusiaan serta hak setiap warga negara untuk mendapatkan perawatan dan perlindungan yang layak. Penanganan pun harus dilakukan secara persuasif serta melibatkan sinergi lintas instansi.

“Kami berharap para penderita ini bisa mendapatkan pengobatan dan penanganan yang lebih layak dan manusiawi. Dengan begitu, beban keluarga juga dapat berkurang, dan praktik pasung bisa benar-benar dihapuskan dari Ponorogo,” pungkas Kapolres AKBP Andin.

Upaya pembebasan ODGJ pasung di Ponorogo diharapkan tidak hanya menyelamatkan individu yang terdampak, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat agar penanganan gangguan kejiwaan dilakukan melalui jalur medis dan sosial yang tepat.

Langkah sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan tersebut menjadi harapan baru bagi para ODGJ untuk kembali mendapatkan kehidupan yang lebih layak dan manusiawi.


 

Penulis : Didik

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Humas Polres Ponorogo

Berita Terkait

ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG
Karaoke Diduga Tetap Buka Saat Ramadhan, Kafe Pazia Bojonegoro Jadi Sorotan
Polres Gresik Tegaskan Komitmen Perang Narkoba, Residivis AS Ditangkap dengan 24 Paket Sabu
Kandang Ayam Ambruk di Wonosari, Satu Pekerja Tewas dan Satu Masih Dicari Lo
Polrestabes Surabaya Amankan Terduga Pengedar Ganja, Satu Pemasok Masuk DPO
Polisi Tegaskan Tak Ada “Tangkap Lepas” Kasus Narkoba Kepung, Penanganan Sesuai SOP
Judi Talun Diduga Hanya Libur 2–3 Hari Saat Ramadan, Warga Soroti Penegakan Hukum
Dugaan Judi Cap Jiki dan Sambung Ayam di Pakisaji Malang Disorot, Warga Desak Aparat Tak Tutup Mata
Berita ini 3 kali dibaca
Penanganan ODGJ pasung masih menjadi tantangan sosial di berbagai daerah. Kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan menjadi langkah strategis untuk memastikan penderita gangguan jiwa mendapatkan perawatan yang layak. Pendekatan humanis yang dilakukan Polres Ponorogo diharapkan mampu menghapus praktik pasung serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya penanganan medis bagi penderita gangguan jiwa.

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 16:01 WIB

ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:49 WIB

Karaoke Diduga Tetap Buka Saat Ramadhan, Kafe Pazia Bojonegoro Jadi Sorotan

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:52 WIB

Polres Gresik Tegaskan Komitmen Perang Narkoba, Residivis AS Ditangkap dengan 24 Paket Sabu

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:00 WIB

Kandang Ayam Ambruk di Wonosari, Satu Pekerja Tewas dan Satu Masih Dicari Lo

Minggu, 22 Februari 2026 - 23:51 WIB

Polisi Tegaskan Tak Ada “Tangkap Lepas” Kasus Narkoba Kepung, Penanganan Sesuai SOP

Berita Terbaru