Jakarta – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo mengingatkan pemerintah pusat dan daerah agar lebih serius menata kebijakan lingkungan, terutama dalam pengelolaan dan penggunaan lahan. Ia menegaskan, praktik pembangunan yang melanggar tata ruang harus dihentikan dan penegakan hukum terhadap perusakan lingkungan perlu diperkuat.
Firman menilai, banjir yang terus berulang di berbagai daerah Indonesia sudah tidak bisa lagi dianggap sebagai peristiwa musiman. Menurutnya, kondisi tersebut merupakan dampak dari lemahnya tata kelola lingkungan dan kebijakan pembangunan yang belum sepenuhnya berpihak pada keberlanjutan.
“Banjir bukan semata-mata takdir alam. Ini soal kebijakan, penegakan aturan, dan kesadaran kita bersama. Kalau semua pihak mau bergerak, risikonya bisa ditekan,” ujar Firman di Jakarta, Minggu.
Ia menyoroti maraknya penebangan hutan serta pembangunan di kawasan resapan air yang menyebabkan meningkatnya limpasan air saat hujan. Situasi tersebut, kata dia, semakin diperparah dengan belum meratanya pembangunan infrastruktur pengendalian banjir yang memadai.
Selain itu, Firman juga menyinggung pengaruh perubahan iklim global yang membuat intensitas dan frekuensi hujan semakin tinggi. Namun ia menegaskan, dampak perubahan iklim akan jauh lebih berbahaya apabila bertemu dengan kerusakan lingkungan di dalam negeri, seperti deforestasi dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali.
Dalam jangka panjang, Firman mendorong agar program reboisasi dan rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) benar-benar dijadikan prioritas nasional dan dilaksanakan secara berkelanjutan, bukan sekadar formalitas.
Ia juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, mulai dari tanggul, sistem drainase, hingga normalisasi sungai, yang dirancang secara matang dan diawasi dengan ketat agar tepat sasaran.
Firman berharap, dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat, upaya menjaga lingkungan dapat berjalan lebih konsisten. Dengan begitu, risiko banjir dapat ditekan dan keberlanjutan lingkungan tetap terjaga untuk generasi mendatang.
Penulis : Pio
Editor : Redaksi
Sumber Berita: DPR RI







