Ledakan Pabrik Tahu di Pakisaji Malang Tewaskan Pekerja, Polisi Selidiki Penyebab

Minggu, 1 Februari 2026 - 06:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Malang, Sahatkrisna .com– Ledakan hebat mengguncang sebuah pabrik tahu di Dusun Krajan, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Sabtu (31/1/2026) pagi. Insiden tragis tersebut merenggut nyawa seorang pekerja yang tewas seketika di lokasi kejadian.

Peristiwa maut itu terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di pabrik tahu milik Muhammad Ridwan. Korban diketahui bernama Purnomo (46), warga Desa Wajak, Kabupaten Malang, yang saat itu tengah menjalankan aktivitas rutin sebagai operator tungku pemanas ketel.

 

Kasihumas Polres Malang AKP Bambang Subinajar mengungkapkan, ledakan diduga kuat berasal dari ketel pemanas uap yang digunakan dalam proses produksi tahu.

“Korban sedang menyalakan tungku ketel dengan kayu bakar. Diduga terjadi tekanan uap dan suhu panas berlebih di dalam ketel hingga akhirnya meledak,” jelas AKP Bambang Subinajar, Sabtu (31/1).

Akibat ledakan tersebut, korban terpental beberapa meter dari titik ketel dan meninggal dunia di tempat kejadian dengan kondisi luka parah.

Mendapat laporan kejadian, aparat kepolisian bergerak cepat. Polsek Pakisaji bersama Unit Reskrim dan Tim Inafis Satreskrim Polres Malang langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan keterangan saksi, serta mengamankan area sekitar.

“Langkah awal sudah kami lakukan, mulai dari olah TKP, pendataan saksi, hingga pengamanan lokasi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” lanjutnya.

 

 

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Saiful Anwar, Kota Malang, untuk menjalani visum sebagai bagian dari proses penyelidikan guna memastikan penyebab pasti kematian.

AKP Bambang menegaskan, pihak kepolisian masih mendalami insiden tersebut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya unsur kelalaian maupun faktor teknis lain yang memicu ledakan.

“Kami masih melakukan pendalaman dan koordinasi lanjutan. Fokus saat ini adalah penanganan TKP serta kelengkapan administrasi penyelidikan,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan keras akan pentingnya standar keselamatan kerja, khususnya pada industri rumahan yang menggunakan peralatan bertekanan tinggi.

 

Penulis : Yunus

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Humas

Berita Terkait

Diduga Terjadi Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU Kalikapas, Warga Desak Penindakan Tegas
ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG
Karaoke Diduga Tetap Buka Saat Ramadhan, Kafe Pazia Bojonegoro Jadi Sorotan
Polres Gresik Tegaskan Komitmen Perang Narkoba, Residivis AS Ditangkap dengan 24 Paket Sabu
Kandang Ayam Ambruk di Wonosari, Satu Pekerja Tewas dan Satu Masih Dicari Lo
Polrestabes Surabaya Amankan Terduga Pengedar Ganja, Satu Pemasok Masuk DPO
Polisi Tegaskan Tak Ada “Tangkap Lepas” Kasus Narkoba Kepung, Penanganan Sesuai SOP
Judi Talun Diduga Hanya Libur 2–3 Hari Saat Ramadan, Warga Soroti Penegakan Hukum
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 11:37 WIB

Diduga Terjadi Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU Kalikapas, Warga Desak Penindakan Tegas

Senin, 2 Maret 2026 - 16:01 WIB

ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:49 WIB

Karaoke Diduga Tetap Buka Saat Ramadhan, Kafe Pazia Bojonegoro Jadi Sorotan

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:52 WIB

Polres Gresik Tegaskan Komitmen Perang Narkoba, Residivis AS Ditangkap dengan 24 Paket Sabu

Selasa, 24 Februari 2026 - 17:00 WIB

Kandang Ayam Ambruk di Wonosari, Satu Pekerja Tewas dan Satu Masih Dicari Lo

Berita Terbaru