Pelayanan Publik Dipertanyakan, Warga Menunggu Berjam-jam, Kecamatan Pagu Dilaporkan dan Terancam Aksi Damai ni

Senin, 2 Februari 2026 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI – Pelayanan publik di Kantor Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, tengah menjadi sorotan tajam. Berdasarkan dokumen resmi dan keterangan tertulis yang diterima redaksi, muncul dugaan pengabaian pelayanan administrasi yang berdampak langsung pada tertundanya hak warga.

Dugaan tersebut disampaikan Aliansi Kediri Raya (AKAR) melalui surat pemberitahuan aksi damai kepada Kapolres Kediri, tertanggal 2 Februari 2026. Aliansi menilai pelayanan administrasi di Kecamatan Pagu tidak dijalankan secara optimal, meski warga telah mengikuti prosedur yang berlaku.

Menunggu Berjam-jam, Pelayanan Tak Kunjung Tuntas

Dalam suratnya, Aliansi Kediri Raya mengungkapkan bahwa ahli waris yang mengurus administrasi kewarisan telah datang ke Kantor Kecamatan Pagu sejak pukul 10.00 WIB. Namun hingga pukul 13.00 WIB, proses tanda tangan administrasi yang dibutuhkan belum juga diselesaikan.

Situasi kian krusial ketika pelayanan publik disebut terhenti, lantaran pejabat terkait meninggalkan kantor untuk menghadiri kepentingan pribadi. Akibatnya, dokumen yang dibutuhkan warga tidak dapat ditandatangani pada hari itu.

“Fakta tersebut menyebabkan hak administrasi warga tertunda tanpa kepastian,” demikian tertulis dalam dokumen Aliansi Kediri Raya.

Efek Domino hingga BPN

Dampak dugaan pengabaian ini tidak berhenti di tingkat kecamatan. Proses lanjutan di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kediri disebut ikut tertahan. Meski BPN dinyatakan kooperatif, kelengkapan administrasi dari kecamatan menjadi prasyarat yang belum terpenuhi.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius mengenai efektivitas pelayanan publik di tingkat kecamatan, terutama ketika keterlambatan satu pihak berpotensi menghambat hak hukum warga.

Regulasi Dipertaruhkan

Aliansi Kediri Raya menilai dugaan tersebut berpotensi bertentangan dengan sejumlah regulasi, di antaranya:

UU Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang mewajibkan pelayanan cepat, tepat, dan bertanggung jawab;

UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa terkait kewajiban aparatur pemerintahan memberikan pelayanan adil dan transparan;

PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin ASN, yang menegaskan kewajiban mendahulukan pelayanan publik;

serta prinsip maladministrasi sebagaimana pengawasan Ombudsman RI.

Aliansi menilai, jika dugaan tersebut terbukti, maka terdapat indikasi prioritas kepentingan pribadi di atas kepentingan publik.

Aksi Damai sebagai Tekanan Moral

Sebagai bentuk kontrol sosial, Aliansi Kediri Raya menyatakan akan menggelar aksi damai pada Selasa, 10 Februari 2026, di Kantor Kecamatan Pagu. Aksi ini disebut bertujuan mendorong perbaikan sistem pelayanan, bukan untuk menciptakan kegaduhan.

Tiga tuntutan utama disampaikan, yakni:

1. Pelayanan publik dijalankan secara profesional dan bertanggung jawab;

2. Penyelesaian segera dokumen administrasi kewarisan;

3. Jaminan tidak terulangnya dugaan pengabaian pelayanan publik.

 

Aliansi menegaskan aksi akan dilakukan secara tertib dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menunggu Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini diturunkan, pihak Kecamatan Pagu belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut. Redaksi Krisna TV masih berupaya menghubungi pihak kecamatan untuk memperoleh klarifikasi dan hak jawab, sebagaimana diatur dalam UU Pers Nomor 40 Tahun 1999.(Yun)

Penulis : Red

Editor : Red

Sumber Berita: Warga

Berita Terkait

Perjudian Diduga Kembali Marak, Publik Pertanyakan Keseriusan dan Konsistensi Aparat
Citra Malang Tercoreng! Dugaan Perjudian Terbuka di Sejumlah Wilayah Picu Keresahan Warga
PERJUDIAN SABUNG AYAM DIDUGA DIBACKING OKNUM APARAT: HUKUM SEAKAN TUMPUL DI SIDOARJ
SKANDAL PRIORITAS ANGGARAN TULUNGAGUNG: RATUSAN JUTA UNTUK RUSA, RAKYAT DIPAKSA BERJUANG SENDIRI UNTUK HIDUP!
“Jangan Permainkan Hak Rakyat!” Rekan Indonesia ‘Gempur’ Kepala Desa Soal BPJS yang Dipersulit
Bojonegoro Percantik Perbatasan, Lampu Ikonik Jembatan TBT Hadirkan Rasa Aman dan Harapan Baru
Pemkab Tuban Serahkan 42 Truk Operasional, Perkuat Peran Koperasi Desa dalam Pengembangan Ekonomi Lokal
ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG
Berita ini 38 kali dibaca
Isu pelayanan publik kembali mencuat di Kabupaten Kediri. Dugaan keterlambatan pelayanan administrasi di Kecamatan Pagu memicu reaksi warga dan aliansi masyarakat sipil. Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap efektivitas dan disiplin aparatur pemerintahan di tingkat kecamatan.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 12:07 WIB

Perjudian Diduga Kembali Marak, Publik Pertanyakan Keseriusan dan Konsistensi Aparat

Minggu, 5 April 2026 - 16:11 WIB

Citra Malang Tercoreng! Dugaan Perjudian Terbuka di Sejumlah Wilayah Picu Keresahan Warga

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:29 WIB

SKANDAL PRIORITAS ANGGARAN TULUNGAGUNG: RATUSAN JUTA UNTUK RUSA, RAKYAT DIPAKSA BERJUANG SENDIRI UNTUK HIDUP!

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:07 WIB

“Jangan Permainkan Hak Rakyat!” Rekan Indonesia ‘Gempur’ Kepala Desa Soal BPJS yang Dipersulit

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:52 WIB

Bojonegoro Percantik Perbatasan, Lampu Ikonik Jembatan TBT Hadirkan Rasa Aman dan Harapan Baru

Berita Terbaru