Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Siapkan Pembelajaran Dalam Bulan Suci Romadhon

Jumat, 3 April 2026 - 16:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Kediri, – Memasuki bulan suci Ramadhan 2026 Dinas pendidikan kabupaten Kediri,mulai menyiapkan sejumlah penyesuaian dalam pembelajaran.

Hal ini akan dilaksanakan kebijakan utama yang akan diterapkan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) salah satunya pengurangan durasi jam pelajaran serta penguatan kegiatan keagamaan berbasis sekolah berbudaya religi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri M. Muhsin saat melakukan pengecekan tes ANBK di SMPN 2 Ngasem, Rabu (20/8/2025) lalu. Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mulai menyiapkan sejumlah penyesuaian pembelajaran jelang Bulan Ramadan 2026.

Salah satu kebijakan utama yang akan diterapkan di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah pengurangan durasi jam pelajaran serta penguatan kegiatan keagamaan berbasis sekolah berbudaya religi.

Seperti yang disampaikan oleh Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan Dinas pendidikan Kabupaten Kediri, Wawan Sarudi menyampaikan bahwa skema pembelajaran selama Ramadan tetap mengacu pada kalender akademik yang berlaku. Namun, akan ada penyesuaian teknis melalui surat edaran resmi yang segera diterbitkan,kata Wawan,pada Rabu 4/2/2026.

“Dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar nanti ada libur awal puasa, kemudian selama Ramadan jam pelajaran kita kurangi. Kalau SMP, satu jam pelajaran yang semula 40 menit menjadi 30 menit,” ucap Wawan.

Selain penyesuaian jam belajar, Disdik Kabupaten Kediri juga mendorong sekolah untuk memperkuat kegiatan Ramadan yang berorientasi pada pembentukan karakter siswa.

Program tersebut dikemas melalui konsep Sekolah Berbudaya Religi (SBR) yang terus digalakkan di seluruh satuan pendidikan.

Menurut Wawan, SBR bukan hanya ditujukan kepada peserta didik beragama Islam, tetapi juga mencakup seluruh warga sekolah dengan penekanan pada nilai toleransi, kebiasaan baik, dan penguatan karakter berbasis religi.

“Kegiatan Ramadan seperti tadarus, salat berjamaah, puasa, hingga pembiasaan ibadah lainnya menjadi momen yang tepat untuk membentuk karakter anak-anak. Tapi nilai religius ini juga kita terapkan secara universal,” jelasnya.

Menurut Wawan, SBR bukan hanya ditujukan kepada peserta didik beragama Islam, tetapi juga mencakup seluruh warga sekolah dengan penekanan pada nilai toleransi, kebiasaan baik, dan penguatan karakter berbasis religi.

“Kegiatan Ramadan seperti tadarus, salat berjamaah, puasa, hingga pembiasaan ibadah lainnya menjadi momen yang tepat untuk membentuk karakter anak-anak. Tapi nilai religius ini juga kita terapkan secara universal,” jelasnya.

Wawan menambahkan, penerapan Sekolah Berbudaya Religi dilakukan secara berkelanjutan, tidak hanya bersifat seremonial saat Ramadan. Bahkan dalam waktu dekat, Disdik Kabupaten Kediri akan meluncurkan program SBR Award 2026 sebagai bentuk apresiasi bagi sekolah yang konsisten mengembangkan budaya religi.

“Nanti akan ada juknis dan indikator penilaian. Kita nilai mulai dari program sekolah, pembiasaan ibadah, hingga dampak nyata terhadap karakter siswa,” bebernya.

Program SBR Award rencananya tidak hanya melibatkan jenjang SMP, tetapi juga menyasar TK, SD, SMA, hingga SMK. Namun, untuk tahap awal atau pilot project, penyelenggaraan difokuskan di tingkat SMP dengan Disdik Kabupaten Kediri sebagai leading sector.

Wawan menegaskan, tujuan utama dari penguatan budaya religi di sekolah adalah membangun karakter siswa sejak dini. Ia mencontohkan berbagai persoalan sosial yang melibatkan pelajar belakangan ini sebagai alarm pentingnya pendidikan karakter.

“Seperti kata pimpinan, membangun gedung yang terbakar bisa cepat, tapi membangun karakter anak itu yang paling utama. Banyak kejadian pelanggaran justru melibatkan pelajar, ini yang ingin kita cegah,” tegasnya.

Selain SBR, Disdik Kabupaten Kediri juga menjalankan sejumlah program nasional dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, seperti Pagi Ceria yang meliputi senam pagi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan doa bersama. (Dre).

Penulis : Dre

Editor : Redaksi

Sumber Berita: Disdik

Berita Terkait

Bojonegoro Percantik Perbatasan, Lampu Ikonik Jembatan TBT Hadirkan Rasa Aman dan Harapan Baru
Pemkab Tuban Serahkan 42 Truk Operasional, Perkuat Peran Koperasi Desa dalam Pengembangan Ekonomi Lokal
ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG
Karaoke Diduga Tetap Buka Saat Ramadhan, Kafe Pazia Bojonegoro Jadi Sorotan
Polres Gresik Tegaskan Komitmen Perang Narkoba, Residivis AS Ditangkap dengan 24 Paket Sabu
Kandang Ayam Ambruk di Wonosari, Satu Pekerja Tewas dan Satu Masih Dicari Lo
Polrestabes Surabaya Amankan Terduga Pengedar Ganja, Satu Pemasok Masuk DPO
Polisi Tegaskan Tak Ada “Tangkap Lepas” Kasus Narkoba Kepung, Penanganan Sesuai SOP
Berita ini 6 kali dibaca
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri berharap seluruh satuan pendidikan dapat menjalankan kebijakan ini secara optimal dengan tetap mengedepankan kualitas pembelajaran dan pembentukan karakter siswa. Momentum Ramadan dinilai sebagai waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai disiplin, empati, serta spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Melalui kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua, program pembelajaran selama Ramadan diharapkan tidak hanya berjalan efektif, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih harmonis dan berkarakter. Pemerintah daerah pun berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan pendampingan agar setiap kebijakan yang diterapkan memberikan dampak positif secara berkelanjutan. Dengan penguatan program Sekolah Berbudaya Religi (SBR), diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, integritas, dan kepedulian sosial yang tinggi di tengah masyarakat.

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 16:01 WIB

Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri Siapkan Pembelajaran Dalam Bulan Suci Romadhon

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:26 WIB

Pemkab Tuban Serahkan 42 Truk Operasional, Perkuat Peran Koperasi Desa dalam Pengembangan Ekonomi Lokal

Senin, 2 Maret 2026 - 16:01 WIB

ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG

Kamis, 26 Februari 2026 - 17:49 WIB

Karaoke Diduga Tetap Buka Saat Ramadhan, Kafe Pazia Bojonegoro Jadi Sorotan

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:52 WIB

Polres Gresik Tegaskan Komitmen Perang Narkoba, Residivis AS Ditangkap dengan 24 Paket Sabu

Berita Terbaru