Jalan Rusak Jadi Kubangan, Warga Tumpakrejo Datangi Kades Miselan: Jangan Tunggu Ada Korban

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Tumpakrejo | sahabatkrisna.com –

Setiap musim hujan turun, Jalan utama Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, berubah menjadi lintasan penuh lumpur dan lubang. Bukan lagi sekadar jalan rusak, kondisinya kini menyerupai kubangan yang membahayakan siapa pun yang melintas. Jalan berstatus jalan kabupaten ini pun memicu kemarahan warga hingga mereka mendatangi Kepala Desa Tumpakrejo, Miselan, menuntut solusi nyata.

Bagi warga Tumpakrejo, jalan tersebut adalah urat nadi kehidupan. Setiap hari dilalui petani, peternak, pelajar, hingga warga yang hendak berobat. Namun kini, roda ekonomi kerap tersendat karena jalan licin, berlubang, dan penuh genangan.

“Kalau hujan, motornya gampang kepleset. Kami cari rumput buat ternak lewat sini, bawa anak dan istri. Rasanya tiap lewat selalu waswas,” keluh warga setempat.

Kondisi paling parah terlihat di beberapa titik yang dipenuhi lubang besar. Saat hujan, lubang itu berubah menjadi kolam lumpur, sedangkan saat kemarau debu beterbangan dan mengganggu pernapasan warga.

Tokoh masyarakat Tumpakrejo, Senimin, menegaskan bahwa keluhan ini bukan sekali dua kali disampaikan. Meski warga sadar jalan tersebut kewenangan Pemerintah Kabupaten Malang, mereka berharap ada keberpihakan dan keseriusan.

“Kami sudah sering mengadu ke kepala desa. Kami paham ini jalan kabupaten, tapi kami berharap ada upaya kuat agar segera diperbaiki. Jangan sampai menunggu ada korban,” tegas Senimin.

Menanggapi desakan warga, Kepala Desa Tumpakrejo, Miselan, mengakui tekanan yang terus datang dari masyarakat. Ia menyatakan pemerintah desa tidak tinggal diam dan telah berulang kali menyampaikan kondisi jalan kepada instansi terkait.

“Kami ini pelayan masyarakat. Setiap keluhan kami sampaikan ke pemerintah kabupaten, terutama terkait jalan K1 yang kondisinya sudah sangat memprihatinkan,” ujar Miselan saat ditemui awak media, Sabtu (24/01/2026).

Menurutnya, di kawasan tersebut telah berdiri KDMP, namun akses jalannya masih rusak dengan batu-batu yang tampak di sepanjang kurang lebih satu kilometer. Di jalur itu pula terdapat SDN 4 Wonogoro, sehingga keselamatan siswa menjadi perhatian serius.

“Ini bukan cuma soal ekonomi, tapi juga pendidikan dan kesehatan. Jalan yang layak adalah kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.

Miselan mengungkapkan, pihak Dinas Bina Marga Kabupaten Malang telah melakukan survei dan pengukuran lapangan. Rencana pembangunan jalan disebutkan sepanjang sekitar 400 meter dengan lebar 5 meter, namun hingga kini warga masih menunggu realisasi.

“Yang datang mengeluh ke saya bukan satu dua orang. Hampir setiap hari ada warga bertanya, kapan jalannya diperbaiki,” ungkapnya.

Kekecewaan warga sebelumnya bahkan sempat diwujudkan dalam aksi spontan dengan menanam pohon pisang di tengah jalan rusak, sebagai simbol protes atas lambannya penanganan.

Kini, harapan warga sederhana: pemerintah hadir sebelum jalan rusak ini benar-benar memakan korban. Jalan yang layak bukan kemewahan, melainkan kebutuhan agar kehidupan masyarakat desa bisa berjalan normal dan aman.

(Suryadi/pio)

Penulis : Timredaksi

Editor : Irvan

Sumber Berita: Warga tumpakrejo

Berita Terkait

Perjudian Diduga Kembali Marak, Publik Pertanyakan Keseriusan dan Konsistensi Aparat
Citra Malang Tercoreng! Dugaan Perjudian Terbuka di Sejumlah Wilayah Picu Keresahan Warga
SKANDAL PRIORITAS ANGGARAN TULUNGAGUNG: RATUSAN JUTA UNTUK RUSA, RAKYAT DIPAKSA BERJUANG SENDIRI UNTUK HIDUP!
“Jangan Permainkan Hak Rakyat!” Rekan Indonesia ‘Gempur’ Kepala Desa Soal BPJS yang Dipersulit
Bojonegoro Percantik Perbatasan, Lampu Ikonik Jembatan TBT Hadirkan Rasa Aman dan Harapan Baru
ARIF FATIKUNNADA: GPM Swahira Dukung Langkah BGN Awasi Standar Mutu Program MBG
Karaoke Diduga Tetap Buka Saat Ramadhan, Kafe Pazia Bojonegoro Jadi Sorotan
Polres Gresik Tegaskan Komitmen Perang Narkoba, Residivis AS Ditangkap dengan 24 Paket Sabu
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 12:07 WIB

Perjudian Diduga Kembali Marak, Publik Pertanyakan Keseriusan dan Konsistensi Aparat

Minggu, 5 April 2026 - 16:11 WIB

Citra Malang Tercoreng! Dugaan Perjudian Terbuka di Sejumlah Wilayah Picu Keresahan Warga

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:29 WIB

SKANDAL PRIORITAS ANGGARAN TULUNGAGUNG: RATUSAN JUTA UNTUK RUSA, RAKYAT DIPAKSA BERJUANG SENDIRI UNTUK HIDUP!

Kamis, 26 Maret 2026 - 10:07 WIB

“Jangan Permainkan Hak Rakyat!” Rekan Indonesia ‘Gempur’ Kepala Desa Soal BPJS yang Dipersulit

Kamis, 26 Maret 2026 - 09:52 WIB

Bojonegoro Percantik Perbatasan, Lampu Ikonik Jembatan TBT Hadirkan Rasa Aman dan Harapan Baru

Berita Terbaru